Ruas jalan Sukoreno-Trawas yang sempit.

Ruas jalan Sukoreno-Trawas yang sempit.



Sektor pariwisata menjadi salah satu program andalan Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf dalam mewujudkan Kabupaten Pasuruan yang maslahat. 

Kawasan wisata Tretes, Prigen yang diobsesikan menjadi ‘Tretes putih’ dan wisata keluarga tidak didukung dengan pembangunan sarana infrastruktur yang memadai.

Jalur wisata Tretes, Prigen-Trawas, Kabupaten Mojokerto merupakan salah satu alternatif bagi masyarakat dari berbagai daerah untuk berwisata. 

Pada setiap akhir pekan, ruas jalur ini dipadati para pengguna jalan.

Sayangnya dua kawasan wisata yang berbatasan ibarat bumi dan langit. 

Di kawasan Trawas, Kabupaten Mojokerto, para pengguna jalan dapat leluasa melaju mulus dijalanan. 

Namun ketika menginjak perbatasan Kabupaten Pasuruan, mereka harus mengurangi laju kendaraaan dan ekstra hati-hati.

Kontur tanah pegunungan dan jalan yang berkelok menjadi cirikhas dua kawasan wisata tersebut. 

Namun yang membedakan, Pemkab Mojokerto ‘berani’ membuat terobosan dengan melebarkan akses jalan sehingga menjadi nyaman saat berkendara.

Sementara jalur wisata dari Prigen dan Pandaan yang terhubung dengan kawasan wisata Trawas, tidak banyak berbenah. 

Pada kedua jalur tersebut, tetap sempit dan berbahaya. 

Tanjakan dan tikungan Jurang Ampel, Desa Lumbangrejo Kecamatan Prigen menjadi salah satu lokasi ‘langganan’ kecelakaan lalu lintas.

“Kami tidak memilih jalur mana yang akan dilalui, keduanya sama-sama sempit, gelap dan berbahaya. Dari Trawas jika lewat Prigen ada lokasi rawan di Jurang Ampel, jika lewat Desa Belik-Sukoreno-Pandaan, jalan sempit gelap dilereng tebing,” kata Sudarsono, seorang wisatawan asal Sidoarjo.

Pada setiap akhir pekan, jalur wisata dari Prigen dan Pandaan-Sukoreno ini menjadi alternatif bagi wisatawan dari dan menuju Trawas. 

Iring-iringan kendaraan roda dua dan empat terlihat padat dari pagi hingga malam hari.

Meski jalur wisata ini cukup sempit, gelap dan berbahaya, namun para wisatawan tetap melaju di jalur alternatif tersebut. 

Tidak jarang, jika berpapasan dengan truk maupun minibus, salah satu harus berhenti karena lebar ruas jalan tidak mencukupi.

Kepala Dinas Binamarga Kabupaten Pasuruan, Hari Apriyanto, menyatakan, pembangunan dan pelebaran ruas jalan wisata tersebut sudah menjadi salah satu program prioritas. 

Pihaknya berharap, pada tahun-tahun mendatang sudah bisa terealisasi.

“Kami sudah memprogram pada tahun 2020. Semoga bisa terealisasi sesuai perencanaan,” kata Hari Apriyanto.


End of content

No more pages to load