Wabup Malang Sanusi bersama Kapolres Malang saat meninjau kesiapan pasukan dalam gelar operasi ketupat Semeru 2019 di halaman Polres Malang (Nana)

Wabup Malang Sanusi bersama Kapolres Malang saat meninjau kesiapan pasukan dalam gelar operasi ketupat Semeru 2019 di halaman Polres Malang (Nana)


Pewarta

Dede Nana

Editor

A Yahya


Wakil Bupati (Wabup) Malang Sanusi mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Malang untuk tidak menggelar takbir keliling, seperti di tahun-tahun lalu. Imbauan Plt Bupati Malang ini disampaikan dalam gelar pasukan Operasi Ketupat 2019 yang dilaksanakan di Mapolres Malang.

Sanusi menyampaikan, takbir keliling walau telah menjadi tradisi dalam masyarakat selama ini, diharapkan bisa untuk diminimalisir. Bahkan sebisa mungkin, masyarakat tidak menggelarnya dalam menyambut hari raya idul Fitri. "Kalau ingin takbir bisa di masjid atau musala di sekitar tempat tinggal masing-masing. Imbauan ini agar ibadah kita semua bisa khusyuk dan tentunya bisa meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan dalam takbir keliling," kata Sanusi, Selasa (28/05/2019).

Seperti diketahui dari beberapa kejadian sebelumnya dalam takbir keliling, terkadang lahir tindakan-tindakan yang malah bertentangan dengan niatan mengagungkan Allah melalui takbir. Beberapa contoh kecil, misalnya, takbir keliling sering dibarengi dengan pemuda yang mengonsumsi minuman beralkohol. Dan akhirnya membuat masalah di sekitarnya. Selain juga dijadikan ajang hura-hura oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. "Hal seperti ini yang berusaha dihindari demi kenyamanan dan keamanan ibadah," ujar Sanusi.

Mantan wakil ketua DPRD Kabupaten Malang ini  juga menyampaikan agar masyarakat tidak membakar petasan di bulan ramadan sampai menjelang malam idul Fitri. "Petasan juga saya minta jangan dijadikan kebiasaan. Telah banyak contoh yang membuat kerugian baik materi maupun jiwa gara-gara petasan ini," imbuh Sanusi.

Pemerintah Kabupaten Malang juga akan bergandeng tangan dengan kepolisian dalam memberikan rasa aman dan nyaman di beberapa hari menjelang idul Fitri. Dimana, sepanjang tanggal 29 Mei sampai 10 Juni 2019 akan digelar operasi ketupat Semeru.
Dalam operasi ketupat Semeru 2019 itu nantinya Polres Malang, TNI serta Pemkab Malang akan saling bahu membahu menjaga kondusifitas wilayah. Serta meminimalisir kejahatan jalanan, keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas.
"Karenanya sekali lagi saya imbau, potensi-potensi yang bisa mengganggu untuk tidak digelar. Ini agar masyarakat juga bisa khusyu beribadah menjelang akhir-akhir ramadan dan kondisi aman dan nyaman," tegas politikus PKB ini. 

Bila takbir keliling tetap dilaksanakan, Sanusi pun berharap banyak penyelenggara bisa berkoordinasi dengan pihak-pihak keamanan di wilayahnya. "Kalau pun tetap memaksa takbir keliling, taati apa-apa yang harus dijaga bersama. Libatkan juga petugas keamanan. Ini sekali lagi demi keamanan dan kenyamanan ibadah kita semuanya," pungkasnya. 

 


End of content

No more pages to load