Tim dari Unikama saat memberikan pelatihan mengenai UKM jamu tradisional (Unikama for MalangTIMES)

Tim dari Unikama saat memberikan pelatihan mengenai UKM jamu tradisional (Unikama for MalangTIMES)



Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) terus meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) serta terus memberikan kemanfaatan bagi masyarakat melalui kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Salah satunya melalui kegiatan pengabdian yakni Program Kemitraan Masyarakat (PKM).  

Pada tahun 2019 ini, terdapat salah satu kegiatan pengabdian, khususnya Program Kemitraan Masyarakat (PKM), yang dibiayai oleh Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi  (Kemenristek Dikti), dimana yang mendapat pembiayaan salah satunya adalah tim dosen dari Unikama.

PKM ini dilaksanakan di Desa Ngembal, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan. PKM ini mengangkat salah satu potensi usaha jamu tradisional dengan pemilik usaha ibu Erni (39 tahun) yang memproduksi jamu sinom dan beras kencur.

Dalam kegiatan tersebut, tim dosen dari Unikama yang terlibat yakni Rosita Dwi Ferdiani, S.T, S. Pd, M.Pd (dosen Pendidikan Matematika),  Udik Yudiono, S.E, M.Pd (dosen Pendidikan Ekonomi)  serta dibantu oleh Tatik Retno M. S.Si, M.Pd ( dosen Pendidikan Matematika).

Rosita, ketua tim dosen dalam PKM pelatihan jamu tersebut, mengungkapkan jamu tradisional merupakan salah satu potensi usaha yang bisa berkembang pesat. Namun dalam menuju perkembangan tersebut, masih terdapat beberapa kendala yang dialami oleh para pembuat jamu.

Kendala tersebut, seperti kurangnya alat produksi, kurangnya inovasi dalam mengembangkan produk serta daerah pemasaran kurang terjangkau oleh kemampuan pemasaran, atau jangkauan yang kurang luas. Dan disitulah, akhirnya yang menjadi kendala dan menyebabkan usaha jamu tidak berkembang dengan baik.

Maka dari itu, lewat kegiatan PKM ini, tim dosen Unikama ingin memberikan solusi atas permasalahan yang dialami oleh ibu Erni sebagai pemilik usaha dalam mengembangkan usahanya.

Di sini, tim dari Unikama memberikan sebuah solusi dengan penyediaan sebuah alat produksi berupa tangki air berkapasitas 25 liter. Selain peralatan tersebut, juga terdapat peralatan lainnya yang disediakan seperti alat pemanas (kompor) maupun mesin penggiling bahan jamu, ditambah pelatihan – pelatihan dalam mengembangkan usaha.

Adapun pelatihan tersebut, diantaranya adalah pelatihan pengembangan kemasan produk, pelabelan produk, pelatihan manajemen pemasaran, dan pelatihan desain web.

"Kegiatan PKM ini memberikan kontribusi bagi usaha jamu milik Ibu Erni. Dengan adanya alat produksi yang baru, proses produksi dapat dipercepat sehingga hasil produksi akan lebih hiegines, dan tentunya dapat menghemat biaya produksi," paparnya.

Dengan adanya pelatihan itu, memberikan dampak positif bagi pengembangan produk, dimana jika sebelumnya kemasan jamu hanya terdapat pada kemasan botol, saat ini pengemasan jamu semakin berkembang dengan tersedianya kemasan jamu dalam cup berukuran 120 ml. Sehingga dengan begitu, kemasan produk jamu menjadi praktis dan lebih mudah dalam dipasarkan.


End of content

No more pages to load