Surat Terbuka PC PMII. (Foto: istimewa)

Surat Terbuka PC PMII. (Foto: istimewa)



Surat Terbuka melayang dari Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC-PMII) Kota Malang. Dalam surat tersebut, PC-PMII memprotes pernyataan dari Ketua Umum Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Malang Raya, Rachmat Arief Budiman dan Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Malang, Sutriyadi.

Berikut salah satu fragmen dalam surat terbuka PC-PMII.

"Ungkapan yang diutarakan pada publik dan mengklaim bahwa hal itu merupakan suara pemuda adalah Bung Arif selaku ketua umum GMNI dan Kanda Yadi selaku ketua umum HMI yang sama sekali tidak berhubungan dengan PC PMII Kota Malang dan bukan interpretasi dan keterwakilan ratusan ribu kader PC PMII Kota Malang."

Dalam surat tersebut diungkapkan, Pesan Perdamaian yang disuarakan tidak melalui pertimbangan panjang dan mendalam. Sehingga PC PMII melihat adanya celah yang bisa menimbulkan pertanyaan dan polemik dikalangan publik luas.

"Hal itu kami garis bawahi "di Malang tidak ada bentuk konflik yang menimpa saudara-saudara kami dari Papua" yang sama sekali berbeda dengan apa yang kami jumpai pada fakta 15 Agustus 2019 yang telah banyak tertulis di media arus utama," tulisnya.

Tegas disampaikan dalam surat tersebut bahwa kejadian yang menimpa warga Papua harus tetap dibukakan ruang dialog yang menyehatkan tanpa invertensi dan intimidasi.

"Kepada GMNI Malang Raya yang dinahkodai Bung Arif Budiaman dan HMI yang dipimpin oleh Kanda Sutriyadi untuk lebih berhati-hati dalam mengambil sikap dan terlebih mencantumkan nama organisasi PC PMII Kota Malang," tutup Surat Terbuka yang ditandatangani oleh Ketua PMII Cabang Malang, Sena Kogam MNVI dan Ahmad Syarif Fajaruli tersebut.

Menanggapi hal ini, Ketua Umum Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Malang Raya, Rachmat Arief Budiman menyampaikan bahwa ia tidak pernah memberikan statement seperti yang disebutkan dalam surat terbuka tersebut.

"Saya rasa video-videonya ada. Setahu saya sih nggak ada ngomong begitu," ucapnya saat dihubungi MalangTIMES, Sabtu (24/8/2019).

Mengenai surat terbuka tersebut, ia menyatakan bahwa itu tidak jadi soal. Arief sendiri sudah mencoba menghubungi Sena Kogam selaku Ketua PMII Cabang Malang. "Ya nggak papa, nggak jadi soal. Saya udah coba hubungin intinya. Udah telpon, udah WA, belum ada balasan. Karena hubungan kami juga sangat baik," ucapnya.

"Seinget saya saya nggak ada ngomong begitu. Yadi juga nggak ngomong begitu," tukasnya.
 

 


End of content

No more pages to load