Kemeriahan puluhan anggota LA Ngalam saat nobar sekaligus rapat di Coffee Times (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)

Kemeriahan puluhan anggota LA Ngalam saat nobar sekaligus rapat di Coffee Times (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)


Editor

A Yahya


Seperti hari biasanya, Rabu (23/10/2019) nyaris seluruh kursi yang tersedia di Coffee Times dijejali pengunjung. Mulai dari yang hanya ingin sekedar mengisi waktu luang dengan bersantai sembari menikmati secangkir kopi, hingga berkumpul bersama teman komunitasnya. AKtivitas itu dilakukan oleh para pelanggan setia kafe yang berlokasi di Lantai 2 Pasar Terpadu Dinoyo, Kota Malang.

Namun, Rabu sore itu Coffee Times terlihat berbeda dengan biasannya. Hal itu dikarenakan Coffee Times juga dipadati pengunjung puluhan fans club Persela Lamongan yang ada di Malang Raya. ”Hari ini kami ada agenda kumpul bersama untuk melakukan rapat pembahasan acara gathering sambil nonton bareng Persela lawan Persebaya. Rencananya gathering akan dilaksanakan pada tanggal 26 hingga 27 Oktober 2019,” kata koordinator LA Ngalam, Anang Wira Perdana saat ditemui MalangTIMES.com, di sela agenda rapat yang berlangsung di Coffee Times, Rabu (23/10/2019) petang.

Pria yang akrab disapa Kecap ini, mengaku jika dalam pembahasan rapat yang dihadiri oleh sekitar 30 pengurus LA Ngalam ini, sepakat jika agenda Gathering bakal diselenggarakan di Bedengan, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang.

”Agenda Gathering semacam ini rutin kami lakukan dalam setahun sekali. Tujuannya untuk regenerasi anggota baru LA Ngalam yang ada di Malang Raya. Nantinya tidak hanya mahasiswa baru (Maba), dan para pekerja saja yang akan mengikuti acara tersebut. Namun bagi para pencinta tim Persela Lamongan baik yang asli Lamongan maupun yang bukan berasal dari Lamongan, juga diperkenankan ikut berpartisipasi dalam acara Gathering. Asalkan domisili di Malang dan suka tim Persela, boleh bergabung dengan LA Ngalam,” terang Kecap.

Sejauh ini, lanjut Kecap, sudah ada sekitar 100 anggota LA Ngalam. Jumlah itu mencakup seluruh pencinta tim Persela yang berasal dari berbagai daerah. ”Anggota kami tidak hanya berasal dari Lamongan saja, beberapa daerah lain seperti mahasiswa asal Tuban juga ada yang bergabung ke fans club LA Ngalam,” ungkap Kecap.

Guna mengakrabkan antar anggota yang berasal dari berbagai daerah tersebut, dalam penyelenggaraan acara Gathering rencananya bakal diisi dengan bermacam acara. Di antaranya Fun Outbound, pentas seni, dan malam keakraban. ”Dengan adanya acara Gathering ini, diharapkan bisa saling mengenal sekaligus mengakrabkan antar anggota. Baik yang sudah lama maupun yang baru saja bergabung,” sambung Kecap.

Mahasiswa UMM (Universitas Muhammadiyah Malang) ini menambahkan, jika selain melakukan agenda nobar (nonton bareng) saat tim Persela berlaga. Komunitas pecinta tim sepak bola asal Lamongan yang sudah berdiri sejak tahun 2010 ini, juga sering melakukan pertemuan rutin. Salah satunya adalah menjalin keakraban melalui silahturahmi dengan berkumpul bersama di sebuah warung kopi atau tempat nongkrong.

”Biasanya kalau mengadakan pertemuan, kami selalu menyelenggarakannya di Coffee Times. Mulai dari rapat, nobar, hingga sekedar silaturahmi lokasi kumpulnya selalu di Coffee Times,” tutur mahasiswa semester 7 Fakultas Hukum tersebut.

Kecap mengaku, pemilihan lokasi pertemuan dan perkumpulan di Coffee Times ini bukan tanpa alasan. Banyaknya anggota yang berjumlah lebih dari seratus orang, membuat komunitas LA Ngalam harus lebih selektif saat menentukan lokasi perkumpulan.

”Dulu sempat pindah-pindah tempat, tapi setelah ada Coffee Times kami selalu mengadakan acara pertemuan dan nobar disini (Coffee Times). Jika dibanding dengan lokasi nongkrong lainnya, di Coffee Times tempatnya lebih luas dan nyaman, bahkan fasilitasnya juga lebih lengkap,” puji Kecap.

Suka cita puluhan anggota LA Ngalam ini juga terbukti saat berakhirnya acara nobar Derby Jawa Timur yang diselenggarakan di Coffee Times usai menggelar rapat pembahasan Gathering, Rabu (23/10/2019) petang.

Di penghujung laga, Persela Lamongan mampu menyudahi perlawanan tim tamu Persebaya Surabaya dengan skor 1 - 0. Gol kemenangan itu dicetak oleh M Risaldi di menit ke 63. ”Jangan menyerah, Ku yakin engkau bisa, Bisa Menjadi Juara, Liga Indonesia,” teriak puluhan suporter LA Ngalam ketika menyaksikan tim kesayangannya menang.

Sebagai informasi, Coffee Times ini berlokasi di Lantai 2 Pasar Terpadu Dinoyo. Disana para pengunjung bakal dimanjakan dengan berbagai fasilitas yang memadai. Selain tersedia sarana untuk nobar, para pelanggan juga bisa menyumbangkan suaranya untuk karaoke bersama teman dan sanak saudara. Sebab pihak pengelola Coffee Times memang menyediakan sound system, layar tancap, serta beberapa mikrofon.

Selain itu lokasi yang strategis dan sangat luas, membuat para pengunjung tidak perlu khawatir jika tidak kebagian tempat. Disana juga disediakan berbagai menu yang sangat bervariatif. Dari segi menu kopi, Coffee Times menyediakan berbagai varian olahan kopi yang meliputi kopi moro seneng, kopi ambyar, kopi tubruk, kopi bromo, kopi ijen, tubruk susu, french pres, v60, vdrip dan kopi luwak.

Menu kopi tersebut bisanya disajikan dalam kondisi panas. Sedangkan varian menu yang bisa dinikmati secara dingin, Coffee Times juga menyediakan menu yang sangat mengiurkan. Di antaranya es kopi susu, ice milkshake, kacang hijau, moccachino, macchiato, cappuchino, cokelat susu, dan lainnya sebagainya.

Kemudian untuk menu yang bisa disajikan dalam kondisi panas maupun dingin ada pilihan minuman susu, cokelat, teh, teh tarik, milkshake, cokelat susu, Josua, dan sebagainya. Bagi yang merasa lapar, camilan hingga menu makanan juga tersedia di Coffee Times. Berbagai varian menu tersebut dijual dengan harga yang sangat terjangkau. Sebab harga yang diwarkan dijual dengan harga yang berkisar antara Rp 4 ribu hingga Rp 20 ribu.


End of content

No more pages to load