Salah satu peserta sedang beraksi memanah sambil berkuda dalam Turnamen Pemanah Berkuda tahun 2019, Minggu (27/10/2019) di lapangan Paramount, Kota Batu. (Foto: Igoy/MalangTIMES)

Salah satu peserta sedang beraksi memanah sambil berkuda dalam Turnamen Pemanah Berkuda tahun 2019, Minggu (27/10/2019) di lapangan Paramount, Kota Batu. (Foto: Igoy/MalangTIMES)



Kejuaraan olahraga yang satu ini benar-benar menarik perhatian penonton. Ya, para penonton di lapangan Paramount, Jalan Sultan Agung, Kota Batu dibuat tegang, penasaran, sekaligus gembira oleh ketangkasan puluhan  atlet pemanah berkuda pada Minggu (27/10/2019).

Apreasiasi itu muncul karena para atlet bukan sekadar menunggang kuda. Mereka juga dilengkapi alat memanah, helm, dan sepatu tunggang saat menembak sasaran dalam mengikuti Turnamen Pemanah Berkuda Malang tahun 2019 yang didukung media online MalangTIMES.com itu.

Bukan hal yang mudah untuk menempatkan anak panah pada titik sasaran di papan yang disiapkan oleh panitia. Mereka yang berkompetisi itu harus memiliki pandangan fokus sambil mengendalikan kuda yang ditunggangi. Hal itu menjadi kesulitan tersendiri bagi para peserta. 

“Ada dua kategori yang dilombakan, yakni Arema-Utab Style dan Arema-Wabak Style,” kata panitia Turnamen Pemanah Berkuda Tahun 2019 Yeni Eko Wahyudi.

Untuk Arema-Utab Style, terdapat tiga tantangan yang semuanya bermodel side target. Antara target dengan target lain berjarak 30 meter. Jauh target 1 dan 3 adalah 5 meter dari lintasan. Sedangkan target 2  mencapai 7 meter dari lintasan.

Target berukuran diamater 50 sentimeter, terdiri dari tiga warna berbeda untuk poin. Poin 1 warna merah, poin 2 warna kuning, dan poin 3 warna biru. Di kategori ini, anak panah wajib diletakkan pada quiver dan tidak diperkenankan nocking terlebih dahulu.

Sementara, untuk Arema -Wabak Style, terdapat tantangan berbeda. Tantangan pertama terdiri dari tiga target berdiameter 20 sentimeter yang diletakkan tepat di atas tanah dan berjarak 1 meter dari lintasan atau trek.

Target ini memiliki warna beda, yakni merah poin 1, kuning poin 2, dan biru poin 3. Tantangan ke ua berupa target yang dipasang di atas tiang berukuran 6 meter dengan diameter 50 sentimeter.

“Tantangan ketiga hampir sama dengan tantangan pertama. Bedanya, tiga target yang berdiameter 20 sentimeter tersebut diberi tiang yang tingginya 120 sentimeter dari atas tanah,” jelas Yeni.

“Adapun poinnya sama dengan tantangan pertama. Khusus tantangan 1 dan 2, peserta bebas memanah target yang diinginkan. Target pilihan sesuai warna atau poin berbeda,” tambahnya.

Peserta yang mengikuti kejuaraan ini 23 orang. Mereka berasal dari berbagai daerah. Selain Malang Raya, mereka dari Bali, Bandung, Jember, Medan, dan Gresik.

Event ini digelar oleh Persatuan Pemanah Berkuda Indonesia (Perdana) Malang Raya dan Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Kota Batu. Turnamen ini adalah yang pertama berlangsung di Jatim dan Malang Raya. "Ternyata minatnya tinggi,” ucap bapak dua anak ini.

Menurut Yeni , event ini bertujuan menjaring bibit-bibit atlet panahan berkuda. “Sekaligus untuk menjalim silaturahmi para atlet panahan berkuda dari berbagai daerah.  Di event ini juga nanti kita bisa saling bertukar ilmu,” tutupnya.

Fadli, salah satu penonton dari Kota Malang, mengaku sangat terhibur oleh penampilan para atlet pemanah berkuda. "Sulit sekali membidik sasaran dengan panah sambil berkuda. Jadinya tegang sekaligus terhibur lihat aksi mereka. Apalagi kejuaraan seperti ini baru pertama di Jatim dan Malang Raya," ungkapnya.

 

 


End of content

No more pages to load