Presiden RI Joko Widodo (kanan) dan Presiden FIFA Gianni Infantino bertemu di Bangkok.

Presiden RI Joko Widodo (kanan) dan Presiden FIFA Gianni Infantino bertemu di Bangkok.



Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) bertemu Presiden FIFA Gianni Infantino di sela-sela sidang pleno Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Ke-35 ASEAN di Impact Exhibition & Convention Center  Bangkok, Thailand (2/11). Pertemuan tersebut dalam rangka koordinasi untuk pengembangan sepak bola dan persiapan pelaksanaan Piala Dunia U-20 tahun 2021 mendatang di Indonesia.

Dalam pertemuan itu, Infantino mengucapkan selamat atas terpilihnya Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 secara langsung. Infantino juga juga menyampaikan ucapan selamat kepada Presiden Jokowi karena KLB (Kongres Luar Biasa) PSSI telah berjalan lancar dan memilih ketua umum baru.

“Selamat, semoga ketua umum yang baru dapat membawa PSSI menjadi lebih baik dan berprestasi,” ucap Infantino seperti dikutip dari rilis kepresidenan RI. Presiden FIFA juga berjanji akan segera melakukan kunjungan ke Indonesia.

Jokowi pun menyampaikan apresiasi kepada FIFA yang telah menunjuk Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 tahun 2021. “Saya ucapkan terima kasih atas kepercayaan menjadi penyelenggara Piala Dunia U-20 tahun 2021,” ujarnya.

Saat ini, menurut Jokowi, pemerintah dengan PSSI telah mulai mempersiapkan perhelatan bergengsi itu. “Kami akan bekerja keras menjamin Piala Dunia U-20 di Indonesia berlangsung sukses dan lancar. Kami telah memiliki pengalaman dalam menyelenggarakan Asian Games dan Asian Para Games 2018,” kata Jokowi.

Lebih jauh Jokowi mengungkapkan bahwa Indonesia tengah mempersiapkan 10 stadion yang tersebar di Sumatera, Jawa, dan Bali sebagai lokasi pertandingan. Sebagai tuan rumah, Indonesia menyambut baik jika tim pendahulu FIFA datang untuk berkoordinasi dengan PSSI.

Sementara itu, di tingkat daerah terjadi silang pendapat antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kota Surabaya soal calon venue Piala Dunia U-20. Kebetulan venue yang disiapkan sebelumnya adalah Gelora Bung Tomo (GBT) yang masuk wilayah Kota Surabaya dan Provinsi Jatim.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyambut sangat baik terpilihnya Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2021. Bahkan, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa telah menyatakan kesiapan Jawa Timur untuk menjadi salah satu venue pertandingan.

Selain Gelora Bung Tomo, Gubernur Khofifah mengajukan empat stadion lain sebagai alternatif lokasi pertandingan. Yakni  Stadion Kanjuruhan Malang, Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Stadion Surajaya Lamongan, dan Stadion Gelora Bangkalan. Alternatif stadion ini dipersiapkan lantaran FIFA mensyaratkan sejumlah hal. Salah satunya yaitu tersedianya tempat berlatih bagi para peserta Piala Dunia U-20.

"Ibu Gubernur sangat berharap Jatim bisa dipilih menjadi salah satu venue dari enam venue yang dibutuhkan untuk Piala Dunia U-20. Karenanya, beberapa alternatif tengah kami siapkan dengan baik," terang Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Jatim Aries Agung Paewai.

Terkait Stadion Gelora Bung Tomo, lanjut Aries, Khofifah sangat menghargai semangat Bonek Mania dan Pemkot Surabaya agar GBT dapat terpilih sebagai salah satu alternatif venue Piala Dunia U-20. Namun, harus tetap disiapkan alternatif sebagai pendukung bila terjadi sesuatu yang tak terduga. Sehingga, dengan adanya alternatif ini, maka opsi Jatim sebagai salah satu venue tuan rumah Piala Dunia U-20 tidak akan pindah ke provinsi lain. 

"Ibu Gubernur sangat mengapresiasi Bonek Mania dan Pemkot Surabaya. Tetapi, alternatif lain harus tetap disiapkan agar kesempatan menjadi venue tidak akan berpindah ke provinsi lain," tegas Aries. 

Aries menambahkan, terkait pernyataan Khofifah mengenai bau sampah di sekitar GBT, itu merupakan bentuk masukan dan motivasi bagi Pemerintah Kota Surabaya untuk segera menyelesaikan persoalan sampah. Hal itu perlu dilakukan agar tidak ada hal-hal teknis yang mengganggu penilaian saat FIFA melakukan peninjauan. 

"Kami berbicara skala nasional, bukan daerah per daerah. Hal ini jangan disalahartikan dan ditanggapi negatif. Tidak ada Surabaya, tidak ada Malang. Yang ada Jawa Timur dan Indonesia," tandas Aries. 

Terpisah Pemkot Surabaya rupanya kurang setuju dengan pendapat Pemprov Jatim di atas. Pemkot Surabaya tetap bersikukuh agar Piala Dunia U-20 bisa digelar di  Gelora Bung Tomo. Bahkan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menginginkan agar partai final atau penutup pertandingan digelar di Surabaya.

Untuk itu, Bagian Humas Pemkot Surabaya mengeluarkan sebuah video yang di dalamnya ada pernyataan langsung dari Kabid Sarpras Dinas Pemuda dan Olahraga Pemkot Surabaya Edi Santoso.

Dalam video berdurasi 7 menit 14 detik itu, Edi menjelaskan terkait Stadion GBT yang dipilih PSSI dalam bidding FIFA World Cup U-20. Ia mengatakan Kota Surabaya bukan mengajukan diri, tetapi didatangi PSSI. “Bahwa PSSI Jatim beserta kru yang dihadiri 6 orang waktu itu, tanggal 24 (September 2019) berkunjung ke Ibu Wali Kota (Tri Rismaharini),” ujar Edi.

Dalam pertemuan itu, PSSI Jatim menyampaikan Surabaya akan diikutkan menjadi salah satu tuan rumah dan dijadikan materi bidding di China. Pada pertemuan itu, wali kota pun senang.

“Bu Wali Kota tentunya menyambut gembira Kota Pahlawan menjadi tuan rumah. Tentunya ibu wali beserta anak-anak Surabaya bangga,” ungkapnya.

Di akhir video, Edi mengatakan, tahun 2020 semuanya akan terpenuhi. “Skedul lengkapnya nanti akan kami sampaikan ke PSSI dan apabila ada apa pun, nanti juga akan disampaikan ke PSSI,” pungkasnya.
 


End of content

No more pages to load